Agar dunia mengenalmu

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengikuti seminar mengenai proposal kehidupan oleh pak Jamil Azzaini . Dari sekian banyak hal-hal yang membuat kami tersenyum , tertawa dan menangis , ada satu hal yang mengingatkan saya pada satu kejadian sekitar 10 tahun yang lalu , sekitar tahun 2000 . Kejadian yang sederhana saja sebetulnya , hanya sebuah nasehat dari penjual buku. Read more »

Best friends are like stars , not always seen but they are always there

Best friends are like stars , not always seen but they are always there.

Itulah kalimat favorit saya hari ini untuk rekan-rekan sekalian. Di tengah kesibukan kerja mewujudkan berbagai impian, sebuah kebahagiaan ketika mendapatkan berbagai doa dari keluarga, teman-teman dan rekan-rekan kerja . Khususnya teman-teman seperjuangan dulu , ketika kerbersamaan itu pada puncaknya . Kini masing-masing telah memilih jalannya dimana waktu dan tempat sedikit membatasi kebersamaan itu. Tapi tak menghalangi diri ini untuk selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka, dengan begitu merekapun pasti akan mendoakan yang terbaik juga untuk diri ini. Setidaknya inilah yang dilakukan teman terbaik.

Kalimat tersebut sebetulnya dicetuskan oleh Decky Purnomo beberapa tahun yang lalu , salah satu rekan seperjuangan dulu ketika saya menemukan dirinya setelah beberapa tahun tak bertemu.  Kalimat itu menguat lagi ketika di satu hari spesial , doa-doa terbaik berdatangan dari segenap rekan-rekan. Tak ada kata terbaik yang bisa terucap selain Jazakumullah khairan katsiiraa , semoga Allah membalas semua kebaikan rekan-rekan sekalian.

Salam sukses mulia

Teddy Aprilianto

100 alasan untuk menangis, 1000 alasan untuk tersenyum

 
Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia meletakkan sebuah papan yang bertuliskan: “Saya buta, tolonglah saya.” Di dalam topinya tampak hanya ada beberapa keping uang logam.

… tak akan pernah merasakan sebelum engkau memilikinya ….

….teringat perkataan Ayahanda sekitar 10 tahun : “Kamu gak akan tahu bagaimana kasih sayang orang tua kepada anak, sebelum engkau memiliki anak”……..

….yang menggerakkan saya untuk memunculkan judul diatas adalah sepenggal status dari rekan Mochamad Yusuf , seorang praktisi IT , pembicara publik dan penulis buku . Ini berkaitan dengan perilaku banyak anak sekolah yang malu atau minder jika ditemani oleh orang tua di dalam sebuah kegiatan sekolah….

Read more »

Aku kehilangan customer hari ini

Handphoneku berdering ……. Siapa yang menelpon ya ? Nomor baru , tapi sepertinya aku kenal . Daerah timur Jakarta atau tepatnya Pondok Gede . Ternyata benar , dari salah satu pelangganku .Jadi gak enak perasaan nih . 

Halo mas Teddy , apa kabar ? Baik . Mas , kata Bapak berita dan gambar terbaru diwebsite  belum diupdate ya ? Oh iya belum Mbak .Scanner saya lagi rusak. Secepatnya saya update deh .  Eh iya Mas Bapak minta ketemu secepatnya . Besok bisa ? Wah saya gak bisa . Ehmm kalau sabtu pagi jam delapan gimana ?  …… Kata Bapak boleh . Ok tengkyu ya . Bye … Read more »

EMPATI

By: Andy F Noya

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya y ang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang,  engemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan. Namun malam itu saya bisa melihat  esuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor  oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada logan,
umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku “Chicken Soup”, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti
akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata “terima kasih” saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata “terima kasih” merupakan “magic words” yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata “tolong” ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. “Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?” Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan
membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga.

Motivasi yang baik itu perlu

……Buat Teddy, tampang handsome & kelihatan anda termasuk orang-orang
yang cukup smart & saya yakin karir anda akan bagus asal motivasi dari
dalam diri anda sendiri cukup baik
………….

Kalimat diatas bukanlah promosi bahwa saya ganteng hahaha , walau banyak yang mengakui. Kalimat diatas adalah komentar dari salah seorang senior saya di SMA dulu sehabis “copy darat” di Plasa Semanggi 21 Nopember 2008 yang lalu . Cukup tersentuh dengan komentar tersebut. Ini serius lho hehe . Inilah manfaat silaturahmi yang saya yakini akan membuat umur saya panjang dan rejeki makin lancar.

Seberapa jauh sih peran motivasi dalam hidup kita ini disetiap bidang kehidupan ? Aku bukanlah seorang motivator yang mampu merangkai kalimat2 menjadi sebuah paragraf motivasi yang memiiki dasar atas argumen-argumen yang disampaikan . Tapi secara pribadi aku berpendapat bahwa dengan motivasilah kita hidup . Artinya dalam hidup ini ada sesuatu yang memotivasi kita untuk terus berjalan, berkembang dan mencapai sebuah tujuan . Contoh kecil bagi laki-laki yang memiliki anak terkadang ingin cepat pulang agar dapat bermain dengan sang buah hati . Ini juga motivasi kan ?  Atau karyawan yang giat bekerja karena nanti bakalan dapat bonus yang besar .

Sebuah tantangan yang harus aku dan mungkin rekan2 hadapi adalah bahwa motivasi kita sering naik turun . Tentu pertanyaannya adalah bagaimana agar motivasi kita itu stabil bahkan kalau perlu naik terus . Wah kalo ini tanya aja para motivator hehehe.

Kalau dikorelasikan dengan iman sepertinya memiliki kecenderungan yang sama bahwa iman manusia itu naik turun. Sementara iman malaikat konstan dan iman para nabi naik terus . Walau begitu tentu ini harusnya menjadi sebuah pelecut semangat untuk kita terus membenahi iman dan tentunya motivasi lainnya.

Entah tips ini tepat atau gak tapi sejauh ini aku berusaha untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah kucapai selama ini . Jujur terkadang aku ingin seperti orang lain misal teman yang sudah meraih kedudukan tinggi . Seperti yang gak punya ketetapan diri yah heheh . itu memang masalahku sampai saat ini . Tapi dengan bersyukur aku jadi termotivasi bahwa masih banyak orang lain yang kurang beruntung seperti aku . Ketika ada hal lain yang membuat motivasi turun , aku selalu berusaha untuk mencari sebuah fakta lain untuk membuat motivasiku naik kembali, tentu disertai dengan rasa syukur tadi .

“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku atasmu.” (Ibrahim: 7).


Semoga bermanfaat.

Terima kasih untuk khususnya bang Petrus atas komentarnya, bang ‘Bule’ Jay tanpa Anda acara gak bakalan ada dan rekan-rekan milist belitungisland@yahoogroups.com

Kecil bagi kita , besar bagi orang lain

Empat hari yang lalu diruanganku bekerja datang koordinator Ujian Program Internasional dan aistennya . Mereka terlihat puas dan berulang kali mengucapkan terima kasih atas aplikasi web yang aku buat untuk kepentingan registrasi online Ujian Internasional . Aku sempat terheran-heran . No problem , that’s my job , no big deal, atau you’re welcome adalah kata-kata yang sering saya lontarkan untuk menanggapi  komentar positif mereka . Alhamdulillah ada kepuasan tapi bukanlah sesuatu yang besar bagiku .

Dua hari yang lalu  pas datang di pagi hari , di mejaku sudah ada bungkusan donat dan sebuah kartu . Isinya seperti ini “….Thank you so much for your extra time . I really appreciate it. It’s wonderful to work with you ….. ” . Oh dari my boss kirain siapa . Ehmm apa yang gua kerjain kemarin sore yah ? Cuman konversi file ke pdf dan posting ke web . Pekerjaan yang tidak sulit. Ehmm …..

Jadi ingat sekitar 3 tahun yang lalu pas hari sabtu iseng-iseng main ke kantor temanku di bilangan Tanjung Priok . Sempat kenalan dengan direktur di perusahaan tersebut . Dia lagi pusing kata temanku , besok mau ke Malaysia bertemu dengan calon investor untuk sebuah proyek . Calon investor tersebut meminta profil dan dokumen pendukung diupload ke internet . Lho kok bisa bingung ? Ya iyalah jangankan gitu la wong website aja belum punya . Hhehe iya sih maklum banyak perusahaan di Tanjung Priok punya domain tapi gak ada websitenya hehe . Hanya diperlukan untuk email saja. Profil perusahaan dalam bentuk doc file sudah ada dan dokumen pendukung sudah dalam bentuk soft copy . Gimana kalau aku bantuin bikin website yang sederhana , kataku . Wah lama gak ? Sebentar aja deh , 3 jam cukup lah hehe pede banget . Sebetulnya gak sulit cukup bikin file html statis , terus tingal copy dari doc file dan paste ke file html nya . Upload file ke server . Dan selesai . Sederhana sekali. Direktur nya gak percaya .. Wah kurang dari 3 jam ?  Setelah melihat hasilnya , dia pun berkomentar : Untuk hasil sesingkat ini udah lebih dari cukup . Tak lama kemudian dia mengeluarkan segepok uang untuk saya. Kayaknya lebih dari 1 juta kalau melihat ketebalannya hehe . Saya pun menampiknya, gak usah Pak saya cuma membantu saja , ini pekerjaan mudah kok . Dia berkeras , saya pun berkeras juga . Ya udah kita makan saja ya . Kalau ini bolehlah hehe . Setelah makan disebuah restoran , saya pun pamit. Wajah teman saya dan direkturnya terlihat sumringah.

Hari senin dapat sms dari temanku tersebut bahwa negosiasi berlangsung lancar walaupun belum final, bahkan perusahaannya mendapat tawaran untuk pekerjaan yang lain. Dan dia bilang direkturnya geleng-geleng kepala ketika membicarakan saya yang gak mau dikasih uang . Aneh temanmu itu katanya . Bukan apa-apa sih , soalnya kata temanku sudah ada budgetnya , cuman waktunya mepet . Hari sabtu itu sebenarnya ada yang mau ngerjain sore harinya tapi minta harga 3 juta untuk pekerjaan tersebut . Boss dia udah nyiapin 3 juta maklumlah dikantornya gak ada programmer khusus web ditambah lagi mesti online besok. ya udah gak punya pilihan. Harusnya kamu terima uang yang dikasih karena dananya memang sudah ada . Tak lama kemudian sang direktur menelpon saya . Biasalah say thank you . Hehehe terus terang ada rasa penyesalan menolak pemberian tersebut . Bego ya, lumayan tuh bisa beli hp baru . Ehmm bukan rejekiku kali atau emang ……. Tiga hari baru hilang rasa penyelesalan itu . Tapi gak apa2 , mudah2n terhitung sebagai amal hehehe.

————————————————————————————-

Semalam atau kamis malam ada di rumah , asyik nih bisa ngumpul ama keluarga di rumah . Tak sengaja channel yang kupilih adalah O Channel , pada saat itu berlangsung acara Business Art with Mario Teguh. Eh iya biasanya nonton hehe . Topik yang dibahas adalah Focus on Possibilities  . Dan kebetulan super point yang dibahas adalah mengenai kejadian-kejadian yang sering saya alami .

Kecil bagi Anda , Besar bagi orang lain

Seringkali kita mendapat sebuah ucapan terima kasih, hadiah , penghargaan ataupun bentuk apresiasi lainnya untuk sebuah pekerjaan yang Anda anggap enteng , kecil dan mudah . Tapi bagi orang lain , itu sebuah hal yang besar .  Bagi Anda kecil karena itu mudah , tapi bagi orang yang tidak mengerti atau tidak memiliki kemampuan untuk hal tersebut , itu adalah sebuah pekerjaan besar . Maka untuk mencapai sebuah kesuksesan besar, berlatihlah menghargai pekerjaan-pekerjaan kecil dan sepele yang Anda lakukan untuk orang lain . Hargailah solusi-solusi kecil yang Anda berikan kepada orang lain, karena bagi orang lain itu adalah sebuah solusi yang besar .

————————————————————————————-

Aku hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala . So rekan-rekan yang super , dari cerita pengalaman saya diatas Anda pasti sudah lebih dulu mengerti dan memahami (bahkan) dibandingkan saya sendiri . Mudah-mudahan bermanfaat .

Salam sukses

Ada hikmah di setiap kegagalan (1)

Kilas balik ke tahun 2006 lalu …….

Kututup telepon itu dengan raut muka kecewa . Bukan sebuah kekecewaan yang besar , hanya sedikit kecewa. Hari itu pengajuan KPR ku untuk sebuah rumah di Bekasi ditolak oleh sebuah bank dengan alasan kondisi jalan masuk komplek agak banjir oleh genangan air . Sebetulnya sih gak terlalu besar tapi sangat becek disebabkan keluar masuk kendaran berat terkait dengan pembangunan komplek baru di sebelah komplek yang salah satu rumahnya aku incar .  Sebetulnya yang membuat kecewa adalah bahwa rencanaku berantakan . Punya rumah abis itu kawin eh nikah hehehe . Semuanya mesti direview ulang nih weleh weleh …..

Awal tahun 2007 …..

Kututup telepon itu dengan raut muka cerah . Alhamdulillah akhirnya jadi juga aku pindah kerjaan . Maklumlah kondisi perusahaan tak memungkinkan aku berlama-lama disini . Sepertinya aku harus migrasi juga ke daerah selatan Jakarta .

Sebelum aku pindah kerja banyak kebutuhan dan keinginan yang tak tercapai. Tapi hari itu aku bersyukur banyak atas tak tercapainya segala kebutuhan dan keinginan tersebut. Salah satunya adalah rumah idaman di Bekasi yang tidak menjadi milikku . Tanya kenapa ? Ya bayangin aja kalo tiap hari harus berangkat subuh dari Bekasi ke Cilandak hehe . Tekor di badan , tekor di kantong hehe. 

Aku tersenyum teringat dengan hari dimana petugas bank memberitahukan bahwa permohonan KPR ku ditolak . Tak seharusnya aku kecewa kalau aku tahu apa yang bakalan terjadi , bahkan sangat bersyukur. Ya Allah , skenario-Mu sangat cantik dan luar biasa !

Mulai saat itu aku belajar apapun keputusan Allah berusaha untuk selalu ridho dan ikhlas walau terkadang lupa hehe . Namanya juga manusia , tempat lupa dan salah .

So rekan-rekan …. kesimpulannya pikirkan sendiri ya hehe ..

 

Sukses.

Selesaikan Pekerjaan Tepat Waktu

Rasanya hampir semua motivator setuju bahwa disiplin adalah salah satu kunci sukses . Disiplin dalam setiap bidang kehidupan , salah satunya disiplin dalam pekerjaan .

Hari ini saya bekerja dengan penuh semangat , tetap tersenyum walaupun pekerjaan menumpuk . Buat daftar pekerjaan hari ini , selesaikan satu persatu . Fokus pada pekerjaan . Asyik juga bila bekerja dengan semangat. Rekan-rekan kerja geleng-geleng kepala , “Tumben Ted , asyik bener kerjanya ?” . Kita harus berdisiplin dalam bekerja. Kalau kita konsisten dalam berdisiplin maka kesuksesan adalah sebuah bonus yang semestinya datang dengan sendiri . Bos Expat pun tersenyum , “Good Work Teddy. I like it” .

Wah gak kerasa jam pulang sudah menghampiri . Alhamdulillah pekerjaan juga sudah selesai. Tetap ada sih tapi itu untuk besok . Sambil tersenyum aku pulang . Akhirnya tercapai juga target sore hari ini , yaitu jalan-jalan sore dengan junior . Yup anakku yang berusia 1 tahun 4 bulan tapi udah ngerti jalan-jalan . Tadi pagi nangis minta ajak. Ya udah nanti sore ya jalan-jalannya , tetap nangis sambil berkata ,”Gi , gi , gi” . Artinya pergi alias jalan-jalan hehe .

Jadi motivasiku berdisiplin dalam bekerja hari ini adalah biar pulang on-time alias tepat waktu dan masih bisa jalan-jalan dengan anak istri. Sedap kan ! he he .

Aneh gak ya ? Hehe

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.